home icon
search icon
menu icon

> Berita > Tim Fasilkom-TI Raih Emas Pertama USU di PIMNAS 37 dengan Inovasi Aplikasi Pendeteksian Bahasa Isyarat

Tim Fasilkom-TI Raih Emas Pertama USU di PIMNAS 37 dengan Inovasi Aplikasi Pendeteksian Bahasa Isyarat

Dipublikasi Pada

18 Oktober 2024

Dipublikasi Oleh

Ahmad Fadhil S.Kom

Tim Fasilkom-TI Raih Emas Pertama USU di PIMNAS 37 dengan Inovasi Aplikasi Pendeteksian Bahasa Isyarat
Thumbnail Tim Fasilkom-TI Raih Emas Pertama USU di PIMNAS 37 dengan Inovasi Aplikasi Pendeteksian Bahasa Isyarat
Tim Fasilkom-TI USU, ElCue, raih medali emas di PIMNAS 37 dengan aplikasi deteksi bahasa isyarat untuk komunikasi inklusif. Inovasi berfokus pada bantu Tuli.

Tim Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi (Fasilkom-TI) Universitas Sumatera Utara (USU) berhasil mencetak rekor yaitu meraih medali emas pertama untuk Universitas Sumatera Utara pada kategori lomba poster di Pekan Ilmiah Nasional (PIMNAS) 37 yang dilaksanakan di Universitas Airlangga, Surabaya pada Jumat, 18 Oktober 2024. 

 

Tim tersebut adalah Tim ElCue yang diketuai oleh Tessa Aghita Irwani Br Barus dengan anggota Putri Andriyani, Rani Widya, Angela Siadari dan Helga Pricilla dari Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi USU stambuk 2021. Tim ini didampingi oleh Dosen Ilmu Komputer Hayatunnufus, S.Kom, M.Cs. 

 

Karya inovatif yang mereka lombakan berjudul “Aplikasi Video Call dengan Pendeteksian Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) Berbasis Computer Vision dan Deep Learning untuk Meningkatkan Komunikasi Inklusif”. Tujuan utama Tim ElCue adalah membantu memperlancar komunikasi antara pengguna bahasa isyarat dengan orang-orang yang tidak memahaminya, sehingga menciptakan lingkungan yang lebih inklusif. 

Proyek inovatif Tim ElCue menonjol dengan pengembangan prototipe aplikasi video call yang dilengkapi fitur deteksi bahasa isyarat secara real-time. Aplikasi ini dirancang untuk memfasilitasi komunikasi yang lebih inklusif antara komunitas tuli dan masyarakat luas. Poster yang dipresentasikan oleh Tim ElClue berhasil memvisualisasikan secara jelas seluruh proses pengembangan inovasi ini, mulai dari identifikasi masalah, tujuan, hingga hasil pengembangan aplikasi. Keberhasilan ini merupakan buah dari kolaborasi intens antara tim dan dosen pembimbing, serta hasil kerja keras selama hampir 10 bulan dalam merancang ElCue.

Tim ElCue berencana untuk terus mengembangkan aplikasi ini hingga dapat digunakan secara fungsional oleh Teman Tuli dan Teman Dengar di masa depan. Kerja sama dengan Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (GERKATIN) akan tetap dijalin guna memastikan aplikasi tersebut benar-benar bermanfaat bagi komunitas. Tim ElCue berharap, kehadiran aplikasi ini dapat membantu mengurangi ketidaksetaraan yang dialami oleh Teman Tuli dalam berkomunikasi dengan masyarakat umum.

Pengalaman berkompetisi di PIMNAS merupakan momen yang sangat berharga dan penuh motivasi. Tim ElCue bertemu dengan mahasiswa dari berbagai latar belakang disiplin ilmu, yang masing-masing membawa ide-ide menarik dan unik. Hal ini membuka wawasan baru bagi kami dan mendorong untuk lebih kreatif dalam berkarya. Suasana kompetitif di PIMNAS memacu Tim ElCue untuk menampilkan yang terbaik, dengan harapan bisa meraih kemenangan. Ketua Tim ElCue, Tessa Aghita Irwani, menyampaikan harapannya agar teman-teman tidak takut untuk mencoba hal-hal baru. Menurutnya, dengan mencoba, kita dapat belajar banyak hal yang tidak bisa didapatkan hanya dari bangku kuliah.

Berita