Latest News

            Seluruh data yang kita miliki, baik data pribadi maupun data perusahaan, tentunya memerlukan perlindungan yang tepat untuk menghindari penyalahgunaan data itu sendiri. Maka dari itu, diperlukan privasi supaya data yang kita miliki terjamin aman. Untuk pemberlakuan privasi data, diperlukan beberapa metode supaya data tersebut tidak diketahui oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

            Terdapat 2 jenis tipe data berdasarkan penjagaan privasi (privacy preserving) data, yaitu Privacy Preserving Data Mining dan Privacy Preserving Data Publishing. Privacy Preserving Data Mining merupakan penelitian privasi dan keamanan yang didorong oleh salah satu masalah kebijakan utama era informasi: hak atas privasi. Sedangkan Privacy Preserving Data Publishing merupakan seluruh proses dilakukan dalam konteks Big Data, yang merupakan hasil dari peningkatan sarana komunikasi dan berbagi pengetahuan.

            Dari kedua metode tersebut dapat disimpulkan bahwa  pentingnya seluruh data yang tersebar di seluruh dunia guna data – data tersebut tidak disalahgunakan oleh pihak tak bertanggung jawab, khususnya data privasi.

            Internet of Things (IoT) tengah menjadi topik pembicaraan yang semakin hangat di era revolusi industri 4.0 ini lantaran konsepnya yang tidak hanya memiliki potensi untuk mempengaruhi lifestyle kita tetapi juga bagaimana kita bekerja. Berbagai sektor yang telah diliput oleh IoT memudahkan manusia dalam melakukan kegiatannya. Salah satunya adalah IoT berbasis Cloud Computing.

            Seperti yang kita ketahui IoT merupakan suatu konsep dimana objek tertentu punya kemampuan untuk mentransfer data lewat jaringan tanpa memerlukan adanya interaksi dari manusia ke manusia ataupun dari manusia ke perangkat computer. Dengan kolaborasinya dengan Cloud Computing membuat IoT menjadi lebih menarik dalam sistem penyimpanan data yang ideal.

            Cloud Computing adalah sebuah teknologi yang menjadikan internet sebagai pusat server untuk mengelola data dan juga aplikasi pengguna. Cloud Computing memudahkan penggunanya untuk menjalankan program tanpa harus menginstall aplikasi terlebih dahulu dan memudahkan pengguna untuk mengakses data dan informasi melalui internet. Contoh dari Cloud Computing adalah Amazon Web Service (AWS). AWS kini umumnya dikenal sebagai komputasi cloud. Salah satu manfaat utama dari komputasi cloud adalah kesempatan untuk menggantikan modal uang muka untuk biaya infrastruktur modal awal dengan biaya variabel rendah yang dapat ditingkatkan bersama bisniS. Dengan Cloud, bisnis tidak perlu lagi merencanakan dan membeli server serta infrastruktur IT lainnya dalam waktu berminggu-minggu atau berbulan-bulan sebelumnya. Sebaliknya, dapat langsung menjalankan ratusan atau ribuan server dalam hitungan menit dan memberikan hasil dengan lebih cepat.

Pemanfaatan tekonologi pada saat sekarang ini beraneka-ragam metodenya. Salah satunya adalah Pemanfaatan Machine Learning untuk ekstraksi informasi. Sejauh ini, informasi yang selalu didapatkan hanya dengan metode konvensional seperti dari koran dan tayangan berita. Namun, hanya sedikit yang menggunakan gadget untuk mencari informasi tersebut. Dengan pemanfaatan machine learning untuk ekstraksi informasi tersebut diharapkan mampu mengoptimalkan isi dari informasi tersebut sehingga mudah dimengerti oleh penerima berita. Metode machine learning yang digunakan untuk ekstraksi informasi tersebut adalah “Named Entity Recognition” dan “Relation Recognition”.

            Named Entity Recognition merupakan bagian dari ekstraksi informasi yang bertugas untuk pengklasifikasi teks dari sebuah dokumen atau korpus yang dikategorikan kedalam beberapa kelas seperti nama orang, lokasi, bulan, tanggal, waktu dan sebagainya. Sedangkan Relation Recognition merupakan proses ekstraksi informasi yang bertugas untuk membuat relasi dari hasil Named Entity Recognition dengan tujuan memudahkan pencernaan informasi.

            Dari kedua metode tersebut disimpulkan bahwa ekstraksi yang dilakukan dengan melibatkan machine learning sangatlah berguna untuk membantu mendapatkan informasi secara langsung dan tidak ada kesalahpahaman ataupun berita hoax.

Seiring dengan berkembangnya teknologi pada saat ini, membuat semua kinerja kehidupan dimudahkan. Salah satu teknologi tersebut adalah Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR). Secara umum, Virtual Reality (VR) dan Augmented Reality (AR) adalah teknologi yang bertujuan merangsang persepsi dan indera dari penggunanya. Pengguna (user) dapat merasakan berada di ’dunia lain” dan berinteraksi di dalamnya.

Virtual Reality terdiri dari dua kata yaitu virtual dan reality yang berarti maya dan realitas. Virtual Reality adalah teknologi yang dapat berinteraksi dengan suatu lingkungan yang disimulasikan oleh komputer. Dalam teknisnya, Virtual Reality digunakan untuk menggambarkan lingkungan tiga dimensi yang dihasilkan oleh komputer dan dapat berinteraksi dengan seseorang. Contoh teknologi Virtual Reality yang cukup sederhana adalah Google Cardboard karena dibuat menggunakan kertas. Google Cardboard ini belum begitu mempunyai banyak fungsi, tetapi dengan menggunakan Google Cardboard kita akan merasakan pengalaman Virtual Reality dengan cara menggabungkan smartphone yang memiliki sensor gyroscope dengan Google Cardboard.

Sedangkan Augmented Reality adalah integrasi informasi digital dengan lingkungan pengguna secara real time. Berbeda dengan Virtual Reality yang menciptakan lingkungan 3D yang benar-benar buatan. Teknologi Augmented Reality menggunakan lingkungan yang ada di dunia nyata kemudian menambahkan informasi baru di atasnya. Untuk perangkat Augmented Reality yang menyita perhatian adalah perangkat besutan Microsoft yang diberi nama Microsoft HoloLens. Perangkat ini berfokus pada penggabungan hologram tiga dimensi yang bersifat Augmented Reality dengan dunia nyata. Selain itu, Google Glass yang berbentuk kacamata yang dibuat oleh Google merupakan kacamata yang menggunakan teknologi Augmented Reality yang memiliki banyak fungsi.

Di era industry 4.0, AI dapat dikembangkan secara luas, baik dalam ilmu maupun implementasi, seperti memrediksi kinerja otak manusia (speech recognition). Speech recognition merupakan salah satu dari bentuk Artificial Intelligence atau AI. Speech recognition adalah sebuah kemampuan yang dimiliki oleh mesin atau aplikasi untuk mengindentifikasi kata dan frasa yang terdapat dalam bahasa lisan. Kata dan frasa tersebut akan diolah dan dirubah menjadi sebuah format yang dapat dibaca oleh mesin atau aplikasi tersebut. Setelah kata dan frasa telah di olah menjadi format yang dapat dibaca oleh mesin atau aplikasi tersebut, speech recognition akan menganalisa perintah apa yang masuk dan pekerjaan atau respon apa yang harus di keluarkan oleh mesin atau aplikasi tersebut.

Annissa Kamila Mardhiyyah Nasution, mahasiswa Program Pendidikan Sarjana Ilmu Komputer angkatan 2016, berhasil meraih penghargaan Mahasiswa Berprestasi Utama I dalam ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) di tingkat universitas pada Tanggal 16 April 2019.

Ajang ini merupakan salah satu ajang perlombaan bergengsi yang diadakan oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti). Namun, ajang ini sejak akhir tahun 2019 menjadi ajang perlombaan di bawah naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Dalam pelaksanaannya, ajang ini dilakukan secara berjenjang dimulai dari tingkat program studi, fakultas, universitas, dan kemudian akan melanjutkan tahapan seleksi tingkat nasional.

Ajang Pilmapres diikuti oleh 15 mahasiswa yang mewakili setiap fakultas di lingkungan Universitas Sumatera Utara (USU). Pilmapres di tingkat USU diselenggarakan oleh Biro Kemahasiswaan dan Kealumnian (BKK) dengan berbagai rangkaian tahap seleksi yang jauh lebih intensif. Hal ini terlihat dari pembekalan secara penuh yang diberikan pada tingkat fakultas kepada setiap perwakilannya.

Annisa merupakan perwakilan Mapres Utama dari Program Studi Ilmu Komputer, Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi (Fasilkom-TI). Hal ini membuat seluruh sivitas akademika Fasilkom-TI menyambut senang atas capaian prestasi yang diraih oleh Annisa. Harapan Fasilkom-TI atas capaian ini dapat menjadi pendorong motivasi bagi para adik kelasnya di Fasilkom-TI, USU

Tim “JanganDiBully” yang terdiri dari 3 mahasiswa Ilmu Komputer USU dengan nama, Andrew Wijaya (S1/2017), Muhammad Erald Setyaki Siregar (S1/2018), dan Tommy Lohil (S1/2018), beserta Pembina Dian Rachmawati, S.Si., M.Kom, telah berhasil mendapatkan Honorable Mention pada ACM-ICPC IDEAFUSE 2019 di STMIK Mikroskill Medan untuk kategori competitive programming. ACM-ICPC yang merupakan singkatan dari Association for Computing Machinery-International Collegiate Programming Contest adalah kompetisi pemrograman kompetitif berjenjang dari tingkat Provincial (wilayah dalam negara), Regional (antar negara), hingga World Finals, yang diselenggarakan setiap tahunnya.

Dalam kompetisi ini, Tim "JanganDiBully" merasa soal-soal yang diberikan cukup sulit, akan tetapi mereka dengan usaha yang keras berhasil menjawab sebanyak 6 soal dari 8 soal.

Tim ini telah berlatih secara intensif sebelum perlombaan dimulai, meskipun kekurangan pelatih yang bertaraf Nasional dan Internasional, tetapi mereka tetap semangat untuk mendapatkan hasil yang memuaskan. Hal ini dibuktikan dengan mendapatkan penghargaan Honorable Mention.

Dua mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi Universitas Sumatera Utara akan berangkat ke Austria untuk mengikuti program student mobility yang diselenggarakan selama satu semester di FH Joanneum University of Applied Science - di kota Graz, Austria yang mana merupakan salah satu universitas terbesar di Austria. Kedua mahasiswa tersebut adalah Fitria Adine Yasmine Belinda, dan Selina Amelia Savitri. Mereka berdua mendapatkan tunjangan keberangkatan dan biaya hidup di Austria sepenuhnya ditanggung oleh Erasmus+ yang mendukung program pendidikan, pelatihan, pemuda dan olahraga.

Pada Selasa, 4 Februari 2020, Adine dan Selina didampingi oleh Kepala Kantor Urusan Internasional, Dr. Esther Sorta Mauli Nababan, M.Sc, bertemu dengan Wakil Rektor I Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni Prof. Ir. Rosmayati, M.S., dalam rangka menyampaikan renLagi, Mahasiswa Fasilkom-TI USU ke FH Joanneum University of Applied Science Austria cana keberangkatan menuju Austria dan sembari juga memohon doa restu. Dalam pertemuan tersebut Prof. Ir. Dr. Rosmayati, M.S berpesan kepada para mahasiswa untuk berperilaku baik, menjaga hubungan dan jaringan yang baik, terus berkarya, dan menjaga nama baik USU dan Fasilkom-TI. Hal ini sangat penting untuk menjaga kepercayaan Erasmus+ dalam memberikan dukungan materil dan non-materil kepada USU di masa mendatang.

Program Student Mobility dari USU ke FH Joanneum University of Applied Science telah berlangsung setiap tahun sejak 2016. Selain FH Joanneum University of Applied Science, beberapa universitas lain di Eropa juga telah melakukan program pertukaran pelajar dengan USU. Sebagai contoh, saat ini 2 mahasiswa Departemen Fisika USU telah menyelesaikan program mobilitas mahasiswa di Middle East Technical University selama 1 semester (September 2019 - Januari 2020).

Fasilkom-TI USU layak bangga pada tahun 2020 ini. Pasalnya, 3 mahasiswa Fasilkom-TI, yakni Javic Rotanson (Teknologi Informasi, 2017), Muhammad Aulia Ramadhan (Ilmu Komputer, 2017) dan Mailan Roni Saputra (Ilmu Komputer, 2017) meraih Juara III pada kompetisi GEMASTIK 13 Tahun 2020 yang diadakan secara daring oleh Pusat Prestasi Nasional, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Telkom University Bandung.

Pada GEMASTIK 13 Tahun 2020, mereka bertiga mengikuti cabang lomba pengembangan aplikasi permainan (Gamedev). Dalam mempersiapkan perlombaan tersebut, mereka dibimbing oleh Jos Timanta Tarigan, S.Kom., M.Sc. yang berada dibawah Unit ITIKom USU (Inovasi Teknologi Informasi dan Komunikasi) dan Fasilkom-TI.

Berlandaskan tema "Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk Indonesia Maju", mereka bertiga membuat permainan tentang edukasi betapa pentingnya membuang sampah pada tempatnya, dimana pada permainan ini kita akan memerankan seorang karakter yang kesal pada orang-orang yang membuang sampah sembarangan. Pemain diharuskan mengutip seluruh sampah yang berserakan untuk mendapatkan poin guna menyelesaikan level. Pada tiap level, rintangan yang dihadapi berbeda-beda. Ditahap akhir permainan, Pemain akan dihadapkan kepada Final Boss yang tentu saja sangat menantang.

Prestasi mereka kali ini terasa spesial, karena selain setelah cukup lama Fasilkom-TI USU vakum pada papan nama penghargaan GEMASTIK 13, akhirnya pada tahun ini dapat kembali memperoleh juara, terutama di bidang Gamedev untuk pertama kalinya.

Himpunan Mahasiswa Teknologi Informasi (HIMATIF) USU telah menggelar acara HIMATIF Music Day dengan cara yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Acara yang dilaksanakan di Cafe Meraki ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya dikarenakan acara yang biasanya hanya bertujuan sebagai ajang berkumpul (gathering) bagi Mahasiswa Teknologi Informasi USU, tahun ini dilengkapi dengan kegiatan penggalangan dana (charity). Kegiatan ini diharapkan dapat melatih kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan sekitar, terutama di masa pandemi seperti saat ini.

Selain dilaksanakan di tempat, acara penggalangan dana ini juga disiarkan secara langsung melalui Instagram resmi HIMATIF USU. Hal ini diperuntukkan bagi para penonton yang tidak bisa berhadir di tempat dan bukan hanya bisa dinikmati oleh Mahasiswa Teknologi Informasi USU tetapi juga dapat dinikmati oleh khalayak umum.

Acara ini berjalan lancar dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Acara seperti ini juga diharapkan bisa menjadi ajang untuk melatih kerja sama tim, komunikasi publik, rasa tanggung jawab, dan sebagai wadah untuk mengasah bakat yang dimiliki oleh para mahasiswa.

Di tengah pandemi Covid-19, 111 Mahasiswa Fasilkom-TI diwisuda oleh Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) Prof. Dr. Runtung Sitepu, S.H., M.Hum. secara daring.

Wisuda daring ini dilaksanakan secara langsung melalui kanal YouTube USU Official. Pelaksanaan wisuda berlangsung dalam dua sesi. Dalam wisuda kali ini, Fasilkom-TI mendapatkan giliran pada sesi ke-2.

Secara keseluruhan Universitas Sumatera Utara meluluskan 80 orang wisudawan/ti Fasilkom-TI untuk Strata 1 (S1) dan 31 orang untuk Strata 2 (S2) yang telah menyelesaikan akhir studinya mulai dari Januari hingga September 2020. Diantara wisudawan/ti Fasilkom-TI USU yang diwisuda kali ini, terdapat beberapa orang yang berhasil lulus dengan predikat Terpuji atau Cumlaude, yang terdiri atas dari 22 orang dari Prodi Ilmu Komputer dan 1 orang dari Prodi Teknologi Informasi.

Dari Prodi Ilmu Komputer, mahasiswa atas nama Wilyanto angkatan 2016 menjadi lulusan Cumlaude dengan nilai IPK tertinggi mencapai 3.92, dengan masa studi 4 tahun. Sementara itu dari Program Studi Teknologi Informasi mahasiswi atas nama Emmanuella Anggi Siallagan angkatan 2016, meraih Nilai IPK dengan raihan IPK sebesar 3.72 dengan masa studi 4 tahun.